Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

155. Nikolas II (1059-1061)

Nikolas lahir di Chevron, bangsawan Burgundi, Perancis. Dulu ia bernama Gerard. Dia adalah uskup Florence. Terpilih menjadi paus pada 24 Januari 1059 di Siena, 10 bulan setelah kematian Paus Stefanus IX (X) dimana Hildebrand mengangkat para cardinal sekembalinya dari Jerman. Pemilihan ini bertentangan dengan yang dilakukan di Roma dimana para pangeran Tuscolani memaksakan salah seorang anggota keluarga mereka, Benediktus X. dia tidak diakui oleh para cardinal dan dengan demikian dianggap seorang paus tandingan. Dibantu oleh Hildebrand dan St. Petrus Damianus, Paus Nikolas tidak masuk Roma sampai diadakannya sebuah sinode di Sutri, dimana Benediktus dipecat dan dilucuti jabatannya.

Paus Nikolas melanjutkan peperangan melawan kehiduoan tidak bermoral yang dimotori oleh sebagian besar kaum klerus serta melawan ketamakan akan uang dan kekuasaan yang telah menjadi suatu perilaku yang normal. Untuk yang terkahir ini, ia mengadakan sebuah sinode di Roma yang menghasilakn beberapa keputusan: larangan praktik simony; para imam tidak boleh beristri dan mereka yang sudah beristri diharuskan melepaskan istrinya, jika tidak akan dipecat; kaum awam dilarang menobatkan para uskup tanpa otorisasi dari paus; diputuskan bahwa paus dapat dipilih hanya oleh para cardinal tanpa campur tangan dari kaum klerus, para tuan tanah, rakyat Romawi dan kaisar yang hanya mempunyai hak mensahkan pemilihan. Reaksi dipenuhi dengan kekerasan dan kekacauan. Di Jerman mereka bertindak lebih jauh sampai dengan memanggil konsili lain untuk menganulir keputusan-keputusan yang ditetapkan di Roma. Pada pion ini, Paus Nikolas menyatakan bahwa ia memerlukan suatu sekutu yang tegas dan patuh yang mempunyai kemampuan melindungi Gereja dari segala bentuk kesemerawutan dan dari campur tangan Jerman. Dan hal itu akan menjadi sebuah sekutu yang dipersiapkan untuk menggunakan kekuatan militer untuk meyakinkan segala keraguan. Ia berpikir bahwa ia telah menemukan orang yang dimaksud dalam diri Robert Guiscard, raja Normandia, yang adalah penguasa atas seluruh Italia Selatan dan hanya dia yang dinanti-nanti untuk dikukuhkan secara ofisial. Paus member kepadanya sebuah kehormatan sebagai raja vasal Gereja. Paus Nikolas wafat pada 27 Juli 1061 di Florence dan dimakamkan di dalam Katedral di sana.